Jakarta, 18 Mei 2026 – Sejumlah pejabat di lingkaran pemerintahan Donald Trump dilaporkan mendesak United Arab Emirates untuk merebut salah satu pulau milik Iran di kawasan Teluk Persia. Laporan tersebut pertama kali diungkap media Inggris The Telegraph dan kemudian ramai diberitakan media internasional setelah seorang mantan pejabat keamanan senior AS mengklaim ada dorongan agar Abu Dhabi terlibat lebih jauh dalam konflik melawan Teheran.
Pulau yang menjadi sorotan adalah Lavan Island, wilayah strategis Iran yang memiliki fasilitas ekspor minyak dan cadangan energi besar di kawasan Teluk. Dalam laporan tersebut, beberapa tokoh di sekitar Trump disebut mengusulkan agar pasukan UEA mengambil alih pulau tersebut tanpa keterlibatan langsung militer Amerika Serikat. Pernyataan keras seperti “Rebut saja!” bahkan dikutip dari mantan pejabat keamanan AS yang diwawancarai media Inggris itu.
Ketegangan regional memang terus meningkat sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran kembali memanas awal tahun ini. Iran sebelumnya dituduh meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap target-target yang berkaitan dengan kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah. Di sisi lain, media seperti Wall Street Journal juga sempat melaporkan dugaan keterlibatan rahasia UEA dalam serangan terhadap fasilitas minyak Iran di Pulau Lavan pada April lalu, meski Abu Dhabi belum memberikan konfirmasi resmi terkait tuduhan tersebut.
Pemerintah Iran merespons keras berbagai laporan itu dan menuduh UEA menjadi “mitra aktif” Amerika Serikat dan Israel dalam konflik melawan Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan secara terbuka menyampaikan kritik terhadap Abu Dhabi dalam forum internasional. Situasi semakin sensitif karena kawasan Teluk Persia merupakan jalur energi paling strategis dunia, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur utama ekspor minyak global.
Pengamat geopolitik menilai usulan semacam itu berpotensi meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas apabila benar-benar diwujudkan. Selain menyangkut kedaulatan wilayah Iran, keterlibatan langsung negara-negara Teluk dalam konflik dapat memicu eskalasi militer baru di Timur Tengah. Dunia internasional kini terus memantau perkembangan situasi karena setiap peningkatan ketegangan antara Iran, AS, dan sekutunya memiliki dampak besar terhadap keamanan kawasan, stabilitas energi global, dan perekonomian dunia secara keseluruhan.