Jakarta, 8 Mei 2026 – Progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera dilaporkan telah mencapai sekitar 93 persen. Pemerintah memastikan proses penyelesaian terus dipercepat agar masyarakat yang sebelumnya mengungsi dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Pembangunan hunian sementara atau huntara tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak terkait. Fokus utama proyek ini adalah menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
Pihak pemerintah menyebut sebagian besar unit huntara kini sudah memasuki tahap akhir pengerjaan, termasuk penyelesaian fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, sanitasi, serta akses jalan menuju kawasan hunian.
Menurut petugas di lapangan, percepatan pembangunan dilakukan agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian darurat. Pemerintah berharap hunian sementara dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman sambil menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan rumah permanen.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di kawasan huntara, seperti tempat ibadah, area bermain anak, dan sarana kesehatan sederhana. Langkah tersebut dilakukan agar lingkungan hunian sementara tetap mendukung kebutuhan dasar warga.
Sejumlah warga terdampak bencana mengaku bersyukur karena pembangunan huntara berjalan cukup cepat. Mereka berharap dapat segera menempati tempat tinggal baru setelah berbulan-bulan hidup dalam kondisi terbatas di lokasi pengungsian.
Meski demikian, beberapa warga juga berharap pemerintah terus memperhatikan kualitas bangunan dan ketersediaan fasilitas umum agar hunian sementara benar-benar nyaman untuk ditempati dalam jangka waktu tertentu.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait disebut terus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan guna memastikan seluruh pekerjaan selesai sesuai standar keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Pengamat kebencanaan menilai pembangunan huntara merupakan langkah penting dalam proses pemulihan psikologis dan sosial masyarakat pascabencana. Tempat tinggal yang lebih stabil dinilai dapat membantu warga kembali menjalani kehidupan secara normal dan mempercepat pemulihan ekonomi keluarga.
Hingga kini, proses pembangunan masih terus dikebut di beberapa titik yang tersisa. Pemerintah berharap seluruh hunian sementara dapat segera selesai sepenuhnya sehingga warga terdampak bencana di Sumatera bisa memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, dan lebih manusiawi.