Jakarta, 14 September 2026 – Badan wasit Liga Inggris, Pro Ref, mengakui adanya kesalahan penilaian Video Assistant Referee (VAR) ketika mengesahkan gol Erling Haaland dalam Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Minggu, 13 September 2026. Gol Haaland pada menit ke-60 menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan dan membawa Manchester City menang 1-0 meski bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Pro Ref kemudian menghubungi Manchester United dan mengakui keputusan tersebut merupakan kesalahan penilaian. Persoalan bukan terletak pada posisi Haaland, yang setelah diperiksa ternyata tidak berada dalam posisi offside, melainkan keterlibatan Enzo Fernandez dalam proses terjadinya gol. Fernandez berada dalam posisi offside dan melakukan gerakan mencoba memainkan bola sebelum bola mencapai Haaland. Pro Ref menilai situasi tersebut seharusnya mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh wasit di monitor tepi lapangan.
Insiden bermula ketika Josko Gvardiol mengirimkan bola ke area pertahanan Manchester United pada menit ke-60. Bola sempat mengenai pemain United Patrick Dorgu sebelum bergerak menuju area tempat Haaland berada. Asisten wasit pada awalnya mengangkat bendera dan gol dinyatakan tidak sah karena Haaland dianggap offside. VAR kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa posisi Haaland sebenarnya masih sah karena Dorgu membuatnya berada dalam posisi onside. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, keputusan di lapangan kemudian dibatalkan dan gol diberikan kepada Manchester City. Namun, pemeriksaan VAR ternyata tidak memberikan penilaian yang tepat terhadap keterlibatan Fernandez dalam rangkaian serangan tersebut.
Fernandez berada dalam posisi offside ketika bola bergerak melewati area pertahanan Manchester United. Meskipun tidak berhasil menyentuh bola, ia melakukan upaya memainkan bola dengan kepalanya sebelum bola mencapai Haaland di tiang jauh. Pergerakan tersebut menjadi penting karena berpotensi memengaruhi tindakan pemain Manchester United yang berada di sekitarnya. Lisandro Martinez dan penjaga gawang United harus bereaksi terhadap kemungkinan Fernandez memainkan bola. Dalam aturan offside, seorang pemain tidak selalu harus menyentuh bola untuk dianggap terlibat aktif dalam permainan. Pengaruh terhadap kemampuan atau keputusan lawan dalam memainkan bola juga menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan oleh perangkat pertandingan.
Pro Ref kemudian menyatakan VAR tidak mempertimbangkan secara memadai dampak posisi dan tindakan Fernandez terhadap pemain Manchester United. Situasi tersebut merupakan penilaian offside subjektif yang seharusnya tidak diselesaikan hanya berdasarkan pemeriksaan posisi melalui VAR. Wasit Michael Oliver semestinya diarahkan melakukan on-field review untuk melihat kembali kejadian melalui monitor di sisi lapangan. Dengan pemeriksaan tersebut, wasit dapat menilai apakah tindakan Fernandez benar-benar mengganggu atau memengaruhi pemain bertahan United. Pro Ref akhirnya menyimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan dalam insiden tersebut tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Gol Haaland yang menentukan kemenangan Manchester City dengan demikian seharusnya tidak disahkan.
Kesalahan tersebut menjadi semakin kontroversial karena gol Haaland merupakan satu-satunya pembeda dalam pertandingan. Manchester City harus bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapatkan kartu merah pada menit ke-23 akibat insiden dengan Bruno Fernandes. Kondisi tersebut sebenarnya memberikan Manchester United keuntungan jumlah pemain selama lebih dari satu jam pertandingan. United mendapatkan sejumlah kesempatan untuk mencetak gol, termasuk peluang Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo yang mengenai tiang. Namun, tuan rumah tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menghasilkan gol. Haaland kemudian menghukum kegagalan tersebut dengan gol pada babak kedua yang pada akhirnya menentukan hasil pertandingan.
Manajer Manchester United Michael Carrick menyampaikan ketidakpuasannya terhadap keputusan VAR setelah pertandingan. Ia mempertanyakan bagaimana teknologi yang dirancang membantu perangkat pertandingan justru gagal menghasilkan keputusan yang tepat dalam momen sangat menentukan. Carrick menyoroti keterlibatan Fernandez yang menurutnya jelas memberikan pengaruh terhadap pemain United meskipun tidak menyentuh bola. Posisi pemain Manchester City tersebut membuat pertahanan harus bereaksi dan mempertimbangkan kemungkinan dirinya menyambut umpan. Keputusan VAR yang hanya berfokus terhadap posisi Haaland dinilai mengabaikan bagian penting dari rangkaian kejadian. Pengakuan Pro Ref setelah pertandingan kemudian memperkuat keberatan Manchester United terhadap keputusan tersebut.
Pro Ref juga menyampaikan permintaan maaf kepada Manchester United setelah melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut. Badan wasit itu mengakui terdapat kesalahan penilaian dan menyatakan kejadian akan ditinjau lebih lanjut. Pengakuan tersebut tidak mengubah hasil pertandingan karena keputusan yang telah dibuat selama laga tetap berlaku setelah pertandingan selesai. Manchester City tetap tercatat sebagai pemenang dengan skor 1-0 dan mendapatkan tiga poin. Situasi tersebut kembali memperlihatkan bahwa pengakuan kesalahan perangkat pertandingan setelah laga tidak dapat memberikan pemulihan langsung kepada tim yang dirugikan. Karena itulah, kualitas proses pengambilan keputusan VAR selama pertandingan menjadi sangat penting.
Kontroversi tersebut kembali membuka pembahasan mengenai penerapan aturan offside dalam situasi yang melibatkan pemain tanpa sentuhan terhadap bola. Teknologi dapat membantu menentukan posisi pemain secara relatif objektif, tetapi persoalan mengenai apakah seorang pemain mengganggu lawan masih membutuhkan interpretasi. Dalam kasus Fernandez, perdebatan berpusat pada apakah upayanya memainkan bola memberikan dampak terhadap tindakan pemain Manchester United. Pro Ref akhirnya menilai faktor tersebut seharusnya dipertimbangkan sebelum gol diberikan. Situasi seperti ini memperlihatkan bahwa VAR tetap bergantung pada kualitas interpretasi petugas yang mengoperasikan sistem. Teknologi menyediakan gambar dan informasi, sementara keputusan mengenai sejumlah kejadian masih harus dibuat berdasarkan penerapan aturan oleh manusia.
Bagi Manchester United, kontroversi tersebut terasa semakin berat karena mereka sebenarnya memiliki kesempatan besar mendapatkan hasil positif setelah Manchester City kehilangan Foden. United gagal mengubah keunggulan jumlah pemain menjadi gol meskipun beberapa kali mendekati gawang lawan. Di sisi lain, Manchester City menunjukkan kemampuan bertahan dan memanfaatkan salah satu kesempatan terbaik yang diperoleh pada babak kedua. Gianluigi Donnarumma juga melakukan penyelamatan penting menjelang akhir pertandingan untuk mempertahankan keunggulan tim tamu. Kekalahan membuat United kehilangan kesempatan mendapatkan tambahan poin dalam pertandingan kandang yang sangat penting. Sementara City membawa pulang kemenangan yang kemudian dibayangi pengakuan kesalahan VAR atas gol penentu mereka.
Pengakuan Pro Ref atas kesalahan pengesahan gol Haaland pada akhirnya kembali menempatkan standar penggunaan VAR di Liga Inggris dalam sorotan. Insiden tersebut menunjukkan pemeriksaan posisi offside tidak cukup apabila terdapat pemain lain yang berpotensi memengaruhi jalannya permainan. VAR seharusnya melihat keseluruhan rangkaian kejadian sebelum merekomendasikan perubahan terhadap keputusan awal wasit. Pro Ref telah mengakui kesalahan dan akan melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut, tetapi hasil Derby Manchester tetap tidak berubah. Manchester City tetap menang 1-0 berkat gol Haaland pada menit ke-60, sementara Manchester United harus menerima kekalahan meski keputusan penentu pertandingan kemudian dinyatakan keliru. Kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa penggunaan teknologi tetap membutuhkan interpretasi aturan yang konsisten agar keputusan besar tidak kembali menimbulkan kontroversi serupa.