Jakarta, 6 Mei 2026 — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut pengembangan koridor hijau menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung target net zero emission atau emisi nol bersih di Indonesia.
Menurut AHY, pembangunan berbasis lingkungan perlu menjadi bagian utama dalam pengembangan infrastruktur dan tata kota di masa depan. Koridor hijau dinilai mampu membantu mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Ia menjelaskan bahwa konsep koridor hijau tidak hanya berkaitan dengan ruang terbuka hijau, tetapi juga mencakup pembangunan transportasi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekosistem perkotaan yang lebih berkelanjutan.
AHY menilai Indonesia perlu memperkuat langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Karena itu, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Selain mengurangi emisi, keberadaan koridor hijau juga dianggap penting untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu perkotaan, dan menciptakan ruang publik yang lebih sehat bagi masyarakat.
Pengamat lingkungan menilai konsep pembangunan hijau semakin menjadi kebutuhan di berbagai negara seiring meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim dan ketahanan lingkungan perkotaan.
Pemerintah disebut terus mendorong integrasi prinsip keberlanjutan dalam berbagai proyek pembangunan nasional, termasuk sektor transportasi, energi, dan tata ruang wilayah.
Melalui pengembangan koridor hijau dan kebijakan ramah lingkungan lainnya, pemerintah berharap Indonesia dapat bergerak lebih cepat menuju target net zero emission sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang.