Jakarta, 27 Agustus 2026 – Pemerintah didorong memperkuat kebijakan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dengan mewajibkan produsen membangun ekosistem industri komponen di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan pasar kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah kendaraan yang beredar, tetapi juga memberikan dampak lebih besar terhadap industri nasional.
Dorongan ini muncul seiring perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia yang semakin pesat. Pemerintah dinilai perlu memastikan investasi produsen EV turut menciptakan nilai tambah, transfer teknologi, lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Jangan Hanya Jadi Pasar Kendaraan Listrik
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia. Selain memiliki pasar domestik yang besar, Indonesia juga mempunyai sumber daya mineral yang menjadi bahan penting dalam rantai pasok baterai.
Namun, keberadaan pabrik perakitan kendaraan saja dinilai belum cukup. Pemerintah perlu mendorong produsen agar membangun industri komponen sehingga semakin banyak bagian kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri.
Dengan begitu, manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh perusahaan lokal dan pelaku industri komponen.
Industri Komponen Jadi Kunci
Kendaraan listrik memiliki struktur komponen yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Motor listrik, baterai, sistem manajemen baterai, inverter, pengendali elektronik, serta berbagai komponen kelistrikan menjadi bagian penting dalam kendaraan EV.
Pengembangan komponen tersebut membutuhkan kemampuan teknologi dan investasi yang tidak sedikit.
Jika produsen kendaraan listrik diwajibkan membangun atau mengembangkan rantai pasok komponen di Indonesia, industri nasional memiliki kesempatan untuk masuk ke sektor dengan nilai tambah lebih tinggi.
Dorong Transfer Teknologi
Kehadiran produsen EV global di Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat transfer teknologi.
Kerja sama antara produsen kendaraan dengan perusahaan lokal, perguruan tinggi, dan lembaga riset dapat membuka peluang pengembangan teknologi kendaraan listrik di dalam negeri.
Transfer pengetahuan tersebut penting agar Indonesia tidak selamanya bergantung pada teknologi dan komponen yang didatangkan dari luar negeri.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan industri EV.
Tingkatkan Kandungan Lokal
Kebijakan kewajiban pembangunan industri komponen juga dapat memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Semakin banyak komponen yang diproduksi di Indonesia, semakin besar pula nilai ekonomi yang tercipta di dalam negeri.
Produsen lokal juga berpeluang menjadi pemasok bagi perusahaan kendaraan listrik, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Namun, peningkatan TKDN tetap harus diikuti dengan standar kualitas dan efisiensi agar produk komponen Indonesia mampu bersaing.
Indonesia Punya Modal Besar
Pengembangan ekosistem EV memiliki peluang besar karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel yang signifikan. Nikel menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam beberapa jenis baterai kendaraan listrik.
Potensi tersebut dapat dikembangkan dari sektor hulu hingga hilir. Bukan hanya mengekspor bahan mentah, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah seperti bahan baterai, sel baterai, baterai kendaraan, hingga komponen kendaraan listrik.
Integrasi rantai industri tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik global.
Tantangan Investasi dan Infrastruktur
Meski memiliki potensi besar, pembangunan industri komponen EV juga menghadapi sejumlah tantangan.
Investasi teknologi membutuhkan modal besar, sementara produsen dan pemasok harus memenuhi standar kualitas yang ketat. Infrastruktur energi, kemampuan manufaktur, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta kepastian regulasi juga menjadi faktor penting.
Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang memberikan kepastian bagi investor sekaligus memberikan ruang bagi industri nasional untuk berkembang.
Perusahaan Lokal Perlu Dilibatkan
Kewajiban pembangunan komponen sebaiknya tidak hanya menghasilkan pabrik milik perusahaan asing. Pemerintah dapat mendorong kemitraan antara produsen global dan perusahaan lokal.
Melalui pola tersebut, pelaku industri dalam negeri dapat memperoleh akses terhadap teknologi, standar produksi, serta jaringan rantai pasok global.
Dalam jangka panjang, perusahaan lokal diharapkan mampu menjadi pemasok komponen EV yang kompetitif, bahkan masuk ke pasar ekspor.
Menuju Ekosistem EV yang Lebih Mandiri
Pertumbuhan kendaraan listrik semestinya menjadi momentum untuk membangun struktur industri yang lebih mandiri. Jika hanya mengandalkan impor komponen, pertumbuhan penjualan EV belum sepenuhnya memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.
Sebaliknya, apabila produksi komponen berkembang di dalam negeri, setiap peningkatan penjualan kendaraan listrik dapat ikut mendorong pertumbuhan industri manufaktur, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kemampuan teknologi nasional.
Pemerintah didorong tidak berhenti pada kebijakan untuk meningkatkan penjualan dan produksi kendaraan listrik. Kewajiban bagi produsen EV untuk membangun industri komponen di Indonesia dinilai dapat menjadi langkah strategis agar Indonesia bukan sekadar pasar kendaraan listrik, melainkan berkembang menjadi pusat produksi dan teknologi EV di kawasan.