Jakarta, 7 September 2026 – Ancaman siber yang menyasar pengguna perangkat seluler menunjukkan peningkatan signifikan pada awal 2026. Kaspersky mendeteksi 162.275 paket instalasi baru yang berkaitan dengan Trojan perbankan seluler sepanjang kuartal pertama 2026. Jumlah tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan keseluruhan temuan sepanjang 2024 dan setara sekitar dua pertiga dari total yang ditemukan selama 2025 hanya dalam waktu tiga bulan. Trojan perbankan bahkan menyumbang 52,96 persen dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi pada periode tersebut. Angka itu meningkat dibandingkan proporsi sekitar 31 persen sepanjang 2025. Temuan berdasarkan data anonim Kaspersky Security Network tersebut memperlihatkan perangkat seluler semakin menjadi sasaran utama pelaku kejahatan siber yang mengincar informasi pribadi dan finansial pengguna.
Trojan perbankan merupakan jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan layanan keuangan. Malware tersebut dapat digunakan untuk mencuri kredensial perbankan daring, informasi pembayaran, maupun data lain yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih akun korban. Risiko menjadi semakin besar karena telepon pintar saat ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transaksi perbankan dan pembayaran digital hingga belanja, komunikasi, hiburan, dan pekerjaan. Perangkat yang sama juga sering menyimpan kata sandi, dokumen, foto, percakapan pribadi, serta informasi pekerjaan. Kondisi tersebut membuat ponsel mempunyai nilai tinggi bagi penjahat siber. Peningkatan jumlah Trojan perbankan menunjukkan pelaku semakin memusatkan perhatian pada perangkat yang hampir selalu digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Secara keseluruhan, Kaspersky menemukan 306.070 paket instalasi berbahaya pada kuartal pertama 2026. Dari jumlah tersebut, 162.275 paket berkaitan dengan Trojan perbankan, sedangkan 439 paket lainnya berhubungan dengan Trojan ransomware seluler. Jumlah paket Trojan perbankan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kategori Trojan-Banker dengan demikian menjadi kelompok dominan berdasarkan jumlah paket instalasi yang ditemukan. Dalam periode yang sama, sistem Kaspersky juga memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, maupun perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan. Tingginya jumlah paket baru menunjukkan penjahat siber terus mengembangkan maupun mendistribusikan varian yang dapat digunakan untuk menyerang perangkat pengguna.
Kaspersky mencatat keluarga malware Mamont mendominasi ancaman Trojan perbankan pada periode tersebut. Berbagai varian Mamont menyumbang sekitar 73,5 persen deteksi Trojan perbankan terhadap pengguna yang menghadapi ancaman kategori tersebut. Selain Mamont, pengguna juga menghadapi keluarga malware seperti Faketoken, Rewardsteal, dan Creduz. Banyaknya varian memperlihatkan pelaku tidak hanya mengandalkan satu jenis program berbahaya untuk menjalankan serangan. Modifikasi terhadap malware dapat dilakukan untuk menghindari mekanisme pendeteksian sekaligus menyesuaikan metode serangan dengan target tertentu. Perubahan tersebut membuat pengguna perlu lebih berhati-hati meskipun sebelumnya telah mengenali salah satu pola serangan. Ancaman baru dapat menggunakan tampilan maupun cara penyebaran yang berbeda meskipun tujuan akhirnya sama-sama mengincar informasi sensitif.
Head of Consumer Channel Asia Pasifik Kaspersky Choon Hong Chee menjelaskan penjahat siber menggunakan semakin banyak metode untuk mendistribusikan aplikasi seluler berbahaya. Saluran tersebut antara lain toko aplikasi tidak resmi, tautan phishing, penawaran hadiah palsu, aplikasi resmi yang telah dimodifikasi, iklan berbahaya, serta berbagai bentuk penipuan seluler. Serangan juga semakin sering dilakukan melalui beberapa tahapan sehingga aktivitas berbahaya tidak selalu terlihat sejak interaksi pertama. Korban dapat terlebih dahulu menerima file, aplikasi, atau tautan yang tampak normal sebelum diarahkan menuju tahapan berikutnya. Pelaku bahkan dapat menyalahgunakan layanan daring yang sah maupun perangkat tepercaya untuk mengurangi kemungkinan aktivitas mereka terdeteksi. Pola semacam itu membuat kemampuan pengguna mengenali ancaman berdasarkan tampilan semata menjadi semakin terbatas.
Ancaman pada perangkat seluler sebenarnya telah mengalami peningkatan sepanjang 2025. Kaspersky mencatat lebih dari 14 juta serangan seluler diblokir secara global sepanjang tahun tersebut atau rata-rata sekitar 1,17 juta serangan setiap bulan. Jumlah paket instalasi baru Trojan perbankan Android pada 2025 mencapai sekitar 255.090, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan pada kuartal pertama 2026 kemudian menunjukkan produksi maupun distribusi malware kategori tersebut masih berlangsung dalam skala besar. Dalam tiga bulan saja, jumlah paket yang ditemukan sudah mencapai 162.275. Tren tersebut mengindikasikan ancaman terhadap layanan keuangan melalui ponsel tetap menjadi salah satu bagian penting dalam lanskap kejahatan siber.
Kaspersky juga menemukan ancaman lain berupa backdoor yang dapat tertanam dalam firmware perangkat. Triada dan Keenadu termasuk ancaman yang sering ditemukan dalam kategori tersebut pada periode awal 2026. Berbeda dengan aplikasi berbahaya yang dipasang sendiri oleh pengguna, backdoor yang sudah berada di dalam firmware dapat menghadirkan tantangan lebih kompleks karena perangkat berpotensi telah terinfeksi sebelum digunakan konsumen. Malware semacam itu dapat memberikan akses luas terhadap perangkat apabila berhasil beroperasi tanpa terdeteksi. Kondisi tersebut memperlihatkan keamanan seluler tidak hanya berkaitan dengan perilaku ketika mengunduh aplikasi. Integritas perangkat, firmware, pembaruan sistem, serta sumber pembelian perangkat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Risiko finansial juga diperkuat oleh perkembangan penipuan melalui aplikasi pesan. Dalam penelitian terpisah mengenai penipuan berbasis pesan, Kaspersky menemukan satu pesan penipuan yang berhasil dapat menimbulkan kerugian rata-rata sekitar 733 dolar AS bagi korban. Sebanyak 52 persen penipuan yang berhasil bahkan berlangsung kurang dari 30 menit sejak komunikasi pertama hingga uang atau informasi pribadi berpindah tangan. Teknologi kecerdasan buatan juga mulai dirasakan dalam pola penipuan tersebut, dengan 66 persen korban meyakini AI digunakan untuk menargetkan mereka. Bentuk yang paling banyak dicurigai adalah pesan yang dibuat menggunakan AI, diikuti suara hasil generasi atau peniruan serta gambar maupun video deepfake. Kondisi tersebut membuat verifikasi identitas menjadi semakin penting sebelum pengguna mengikuti permintaan yang diterima melalui saluran komunikasi digital.
Untuk mengurangi risiko, pengguna dianjurkan memasang aplikasi hanya melalui toko aplikasi yang tepercaya dan tetap memeriksa reputasi aplikasi sebelum memberikan izin akses. Pengguna juga perlu menghindari tautan maupun promosi mencurigakan yang diterima melalui pesan singkat, media sosial, surat elektronik, atau aplikasi percakapan. Sistem operasi serta aplikasi penting sebaiknya selalu diperbarui karena pembaruan dapat menutup kerentanan keamanan yang sebelumnya ditemukan. Izin aplikasi juga perlu diperiksa secara berkala, terutama akses berisiko tinggi seperti Accessibility Services, SMS, notifikasi, kamera, mikrofon, dan daftar kontak. Permintaan informasi pribadi atau finansial yang diterima melalui pesan sebaiknya diverifikasi melalui kanal lain sebelum ditindaklanjuti. Penggunaan autentikasi berlapis dan pengamanan perangkat juga dapat membantu memperkecil risiko pengambilalihan akun.
Temuan 162.275 paket Trojan perbankan pada kuartal pertama 2026 menunjukkan keamanan ponsel semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital. Perangkat yang sebelumnya terutama digunakan untuk komunikasi kini menjadi tempat berbagai aktivitas finansial sekaligus penyimpanan informasi pribadi. Kondisi tersebut membuat satu perangkat yang berhasil dikuasai pelaku berpotensi membuka akses terhadap sejumlah akun milik korban. Pengguna karena itu perlu memperlakukan keamanan ponsel dengan tingkat perhatian yang sama seperti perangkat komputer yang digunakan untuk aktivitas penting. Kewaspadaan terhadap aplikasi, tautan, permintaan data, serta pembaruan sistem menjadi pertahanan awal menghadapi metode serangan yang terus berkembang. Peningkatan Trojan perbankan pada awal 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa kemudahan transaksi melalui perangkat seluler perlu diimbangi dengan kebiasaan keamanan digital yang semakin kuat.