Jakarta, 3 September 2026 – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong pemerintah daerah di wilayah Papua untuk mengintegrasikan berbagai agenda dan event pariwisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Integrasi dinilai penting karena Papua memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, serta keragaman destinasi yang dapat dikemas menjadi rangkaian perjalanan wisata dengan daya tarik kuat. Penyelenggaraan event yang terhubung antardaerah juga memungkinkan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan selama berada di Papua sehingga masa tinggal dan pergerakan mereka dapat diperluas. Pemerintah daerah diharapkan tidak mengembangkan agenda pariwisata secara sendiri-sendiri, melainkan membangun kalender kegiatan yang saling melengkapi dan mudah dipromosikan sebagai satu kesatuan. Pendekatan tersebut dapat memperkuat posisi Papua sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbeda dibandingkan kawasan lainnya di Indonesia. Pengembangan event juga perlu diikuti peningkatan aksesibilitas, kualitas layanan, kesiapan destinasi, serta promosi yang menyasar pasar wisatawan potensial.
Integrasi agenda wisata dinilai dapat membantu mengatasi tantangan geografis Papua yang memiliki wilayah luas dan destinasi tersebar di berbagai daerah. Wisatawan yang datang untuk menghadiri sebuah festival dapat diarahkan mengunjungi destinasi lain apabila tersedia informasi perjalanan dan agenda lanjutan yang tersusun dengan baik. Pola tersebut membuat sebuah event tidak hanya memberikan manfaat kepada lokasi penyelenggara, tetapi juga berpotensi menggerakkan kunjungan ke kabupaten atau kota di sekitarnya. Pemerintah daerah karena itu perlu membangun komunikasi dalam menentukan waktu pelaksanaan agar agenda besar tidak saling bertabrakan. Kalender kegiatan yang terkoordinasi juga memudahkan pelaku perjalanan, maskapai, hotel, pemandu wisata, dan pelaku ekonomi kreatif menyiapkan layanan lebih awal. Dengan perencanaan tersebut, wisatawan dapat menyusun perjalanan yang lebih panjang dan memperoleh pengalaman lebih beragam selama berada di wilayah Papua.
Papua memiliki modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan budaya karena setiap wilayah mempunyai karakteristik yang berbeda. Kawasan pesisir dan kepulauan menawarkan wisata bahari, sementara daerah pegunungan memiliki bentang alam serta kehidupan masyarakat yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi, kesenian, kuliner, kerajinan, dan berbagai ekspresi budaya masyarakat juga dapat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event. Namun, pengembangan tersebut harus dilakukan dengan tetap menghormati masyarakat adat dan menjaga keaslian nilai budaya yang menjadi identitas daerah. Event pariwisata tidak semestinya hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama. Keterlibatan masyarakat akan membantu memastikan manfaat ekonomi dari pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan lebih luas di tingkat lokal.
Penyelenggaraan agenda yang terintegrasi juga berpotensi meningkatkan efektivitas promosi Papua di pasar internasional. Selama ini, wisatawan asing dapat mengenal sebuah destinasi tertentu tetapi belum tentu memperoleh informasi yang cukup mengenai pilihan perjalanan lain yang tersedia di wilayah sekitarnya. Melalui kalender wisata bersama, berbagai festival dan destinasi dapat diperkenalkan dalam satu rangkaian promosi yang lebih mudah dipahami calon pengunjung. Paket perjalanan dapat disusun berdasarkan waktu penyelenggaraan event sekaligus menghubungkannya dengan atraksi alam, budaya, dan ekonomi kreatif. Strategi tersebut dapat memberikan alasan lebih kuat bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama daripada sekadar mengunjungi satu lokasi. Semakin panjang masa tinggal wisatawan, semakin besar pula peluang belanja pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, jasa perjalanan, kerajinan, serta produk lokal lainnya.
Meski demikian, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan festival. Akses transportasi menjadi salah satu faktor penting mengingat jarak antardestinasi di Papua dapat cukup jauh dan sebagian kawasan membutuhkan perjalanan lanjutan melalui udara, laut, maupun darat. Kepastian jadwal transportasi, kualitas fasilitas, ketersediaan akomodasi, kebersihan, keamanan, dan kemudahan memperoleh informasi menjadi bagian dari pengalaman wisatawan. Pemerintah daerah perlu memetakan kelemahan pada setiap destinasi sebelum meningkatkan skala promosi secara besar-besaran. Promosi yang berhasil mendatangkan banyak pengunjung harus diimbangi kemampuan daerah memberikan pelayanan sesuai ekspektasi wisatawan. Jika kesiapan destinasi dibangun secara konsisten, event dapat berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan potensi Papua secara lebih luas.
Wamenpar juga menempatkan kolaborasi antarpemerintah daerah sebagai unsur penting dalam membangun ekosistem pariwisata Papua. Koordinasi diperlukan untuk menyelaraskan agenda, promosi, kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pelaku usaha. Pemerintah pusat dapat memberikan dukungan kebijakan dan promosi, tetapi keberhasilan pelaksanaan di lapangan tetap membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah. Pelaku industri pariwisata juga perlu dilibatkan karena mereka berhubungan langsung dengan kebutuhan perjalanan wisatawan. Kerja sama tersebut dapat diperluas kepada komunitas, pengelola destinasi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat adat sehingga pengembangan pariwisata tidak berjalan secara terpisah. Model kolaboratif dinilai lebih memungkinkan terciptanya perjalanan wisata yang terhubung dari satu wilayah menuju wilayah lainnya.
Dari sisi ekonomi, peningkatan kunjungan wisman berpotensi memberikan efek berantai kepada berbagai sektor usaha di Papua. Wisatawan membutuhkan tempat menginap, transportasi, makanan, pemandu, produk kerajinan, serta berbagai layanan selama perjalanan. Event dengan jumlah pengunjung yang besar dapat menciptakan permintaan tambahan terhadap produk dan jasa lokal dalam periode tertentu. Apabila kalender kegiatan dibuat secara berkesinambungan sepanjang tahun, manfaat ekonomi berpeluang tidak hanya muncul pada satu musim atau satu festival. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga memiliki kesempatan menyesuaikan produk dengan kebutuhan wisatawan serta meningkatkan kualitas kemasan dan pelayanan. Pemerintah daerah dapat menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat kapasitas pelaku lokal sehingga pertumbuhan pariwisata menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih merata.