Jakarta, 22 September 2026 – Mantan produser Hollywood Harvey Weinstein kembali dijatuhi hukuman penjara setelah menjalani rangkaian proses hukum panjang di New York, Amerika Serikat. Pengadilan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Weinstein atas tindak pidana seksual terhadap mantan asisten produksi televisi Miriam Haley. Perkara tersebut berkaitan dengan kejadian yang berlangsung di apartemen Weinstein di Manhattan pada 2006. Vonis terbaru diberikan setelah persidangan ulang kembali menyatakan Weinstein bersalah. Pria berusia 74 tahun itu tetap menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Kasus Weinstein telah berlangsung selama lebih dari enam tahun sejak vonis pertamanya dijatuhkan pada 2020. Saat itu, ia divonis 23 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam perkara yang melibatkan Haley dan Jessica Mann. Namun, pengadilan tertinggi Negara Bagian New York membatalkan putusan tersebut pada 2024. Pengadilan menilai terdapat persoalan dalam proses persidangan sebelumnya sehingga Weinstein berhak mendapatkan persidangan baru. Keputusan itu membuat perkara kembali diperiksa dari awal.
Dalam persidangan ulang pada 2025, juri kembali menyatakan Weinstein bersalah atas tindak pidana seksual tingkat pertama terhadap Haley. Pada saat yang sama, juri membebaskannya dari dakwaan terpisah yang melibatkan Kaja Sokola. Juri juga tidak mencapai kesepakatan mengenai tuduhan pemerkosaan yang melibatkan Jessica Mann. Perkara terakhir tersebut sempat kembali disidangkan sebelum berakhir tanpa keputusan bulat dari juri. Jaksa kemudian menghentikan dakwaan itu setelah Mann menyatakan tidak ingin kembali memberikan kesaksian dalam persidangan berikutnya.
Sebelum vonis 15 tahun dijatuhkan, Haley kembali hadir di pengadilan dan menyampaikan dampak kejadian tersebut terhadap kehidupannya. Ia mengatakan proses hukum yang berlangsung bertahun-tahun turut memberikan tekanan besar terhadap kehidupan pribadi dan rasa amannya. Jaksa sebelumnya meminta pengadilan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Weinstein. Sementara tim pembela meminta hukuman yang lebih ringan dengan mempertimbangkan masa tahanan yang telah dijalani serta kondisi kesehatan kliennya. Hakim akhirnya menetapkan hukuman selama 15 tahun.
Weinstein hadir di ruang sidang dengan menggunakan kursi roda dan menyampaikan pernyataan sebelum hukuman dijatuhkan. Ia mengungkapkan penyesalan atas rasa sakit yang dialami Haley, tetapi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindak pidana yang dituduhkan. Tim pembela juga menyoroti berbagai masalah kesehatan yang dialami Weinstein selama menjalani penahanan. Ia disebut menghadapi sejumlah penyakit serius dan beberapa kali mendapatkan perawatan di rumah sakit. Meski demikian, kondisi kesehatan tersebut tidak menghalangi pengadilan menjatuhkan hukuman penjara.
Selain perkara di New York, Weinstein masih menghadapi proses hukum terpisah di California. Ia sebelumnya dinyatakan bersalah dalam perkara pemerkosaan dan kekerasan seksual di Los Angeles pada 2022 serta dijatuhi hukuman 16 tahun penjara. Pengadilan banding California kemudian mempertahankan putusan bersalah tersebut, tetapi memerintahkan penjatuhan hukuman ulang. Alasannya, vonis New York yang kemudian dibatalkan sebelumnya ikut dipertimbangkan sebagai faktor pemberat dalam menentukan hukuman di California. Dengan demikian, persoalan hukum Weinstein belum sepenuhnya selesai meskipun vonis baru telah dijatuhkan di New York.
Kasus Weinstein menjadi salah satu perkara kekerasan seksual paling banyak mendapat perhatian sejak munculnya gerakan #MeToo pada 2017. Tuduhan terhadap mantan produser berpengaruh tersebut mendorong banyak perempuan berbicara mengenai pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual di industri hiburan serta lingkungan kerja lainnya. Weinstein tetap membantah telah melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan dan masih memiliki jalur hukum untuk mengajukan banding. Vonis 15 tahun terbaru menjadi babak lanjutan dari rangkaian persidangan, pembatalan putusan, dan persidangan ulang yang berlangsung selama bertahun-tahun. Proses hukum lainnya di California juga masih akan menentukan keseluruhan masa hukuman yang harus dijalaninya.