Jakarta, 8 September 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan segera mengambil keputusan mengenai penyesuaian tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Salah satu angka yang sedang dipertimbangkan adalah tarif sebesar Rp10.000 untuk pengunjung dewasa, tetapi Pramono menegaskan besaran tersebut hingga kini masih sebatas usulan dan belum menjadi tarif resmi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji penyesuaian agar kenaikan yang nantinya diberlakukan tetap dapat diterima masyarakat. Kebijakan tersebut sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pengembangan fasilitas, peningkatan pelayanan publik dan keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi tersebut. Pramono menyatakan keputusan mengenai tarif baru akan ditetapkan dalam waktu dekat setelah seluruh pertimbangan diselesaikan.
Usulan yang berkembang mengarah pada penyesuaian tarif pengunjung dewasa dari Rp4.000 menjadi maksimal Rp10.000. Sementara itu, tarif untuk anak-anak yang saat ini sebesar Rp3.000 juga diusulkan berada dalam rentang Rp3.000 hingga Rp7.500. Pramono sebelumnya mengatakan harga tiket Ragunan memang tergolong sangat murah apabila dibandingkan dengan sejumlah kebun binatang lain, terutama yang berada di kota-kota besar. Meski demikian, ia ingin mempertahankan karakter Ragunan sebagai tempat rekreasi yang tetap terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, penyesuaian tarif akan dipertimbangkan secara hati-hati agar kebutuhan meningkatkan kualitas pelayanan tidak justru membebani pengunjung.
Wacana kenaikan tarif mendapatkan dorongan dari Komisi C DPRD DKI Jakarta yang menilai harga tiket saat ini sudah perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi dan kebutuhan operasional. Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan tarif Ragunan telah bertahan dalam waktu yang sangat panjang dan penyesuaiannya diperlukan untuk membantu Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan meningkatkan mutu pelayanan publik. Namun, kenaikan tersebut menurut DPRD harus dibarengi peningkatan kualitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menghadapi perubahan harga tiket, tetapi juga memperoleh fasilitas dan pengalaman berkunjung yang semakin baik. DPRD mendorong agar proses pembahasan yang telah berlangsung cukup lama dapat segera menghasilkan keputusan.
Usulan tarif Rp10.000 juga tidak hanya muncul berdasarkan pertimbangan internal pengelola maupun DPRD. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri menyebut angka tersebut merupakan hasil kajian yang dilakukan Universitas Indonesia. Hasil kajian menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam mempertimbangkan tarif yang dinilai sesuai dengan kondisi Taman Margasatwa Ragunan saat ini. Pemerintah daerah tetap perlu memperhitungkan kemampuan masyarakat karena Ragunan selama ini dikenal sebagai salah satu pilihan wisata keluarga dengan biaya relatif murah di Jakarta. Keseimbangan antara keterjangkauan dan kebutuhan pembiayaan operasional menjadi faktor penting sebelum keputusan akhir diambil.
Tarif yang berlaku saat ini menetapkan tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan sebesar Rp4.000 per orang untuk pengunjung dewasa dan Rp3.000 per orang untuk anak-anak. Ketentuan tersebut tercantum dalam regulasi retribusi daerah DKI Jakarta, yang juga mengatur tarif khusus bagi rombongan pelajar, mahasiswa dan panti sosial dengan jumlah tertentu. Dengan struktur harga tersebut, Ragunan menjadi salah satu destinasi wisata berbayar yang relatif terjangkau bagi masyarakat ibu kota maupun pengunjung dari daerah lain. Kondisi itu pula yang membuat pemerintah berhati-hati ketika mempertimbangkan perubahan tarif secara signifikan. Apabila angka Rp10.000 akhirnya ditetapkan, kenaikannya akan menjadi perubahan cukup besar dibandingkan tarif yang selama ini dibayarkan pengunjung dewasa.
Dari sisi pengelolaan, kebutuhan biaya operasional Taman Margasatwa Ragunan jauh lebih besar dibandingkan pendapatan mandiri yang mampu dikumpulkan. Kepala TMR Endah Rumiyanti menyebut kebutuhan anggaran operasional mencapai sekitar Rp160 miliar per tahun, sementara pendapatan mandiri pengelola berada di kisaran Rp30 miliar. Kondisi tersebut membuat dukungan subsidi pemerintah daerah masih memiliki porsi besar dalam menjaga kegiatan operasional kawasan. Penyesuaian tarif kemudian dipandang sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan pembiayaan mandiri tanpa menghilangkan fungsi Ragunan sebagai fasilitas publik. Tambahan penerimaan nantinya diharapkan dapat mendukung peningkatan pelayanan sekaligus pengembangan kawasan sesuai rencana jangka panjang pengelola.
Pengelola menegaskan rencana penyesuaian tarif bukan semata-mata diarahkan untuk mengomersialkan Taman Margasatwa Ragunan. Kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas sebagai ruang terbuka hijau, tempat konservasi satwa, sarana pendidikan sekaligus destinasi rekreasi masyarakat. Peningkatan pendapatan diharapkan memberikan ruang lebih besar untuk memperbaiki sarana dan prasarana, meningkatkan kenyamanan pengunjung serta mendukung kualitas perawatan satwa. Pengembangan juga diarahkan agar Ragunan secara bertahap dapat memenuhi standar kebun binatang yang semakin baik tanpa kehilangan fungsi sosialnya. Oleh karena itu, manfaat dari setiap kenaikan tarif menjadi aspek yang turut mendapatkan perhatian dalam pembahasan kebijakan.
Rencana perubahan harga tiket juga menjadi perhatian karena Ragunan merupakan salah satu destinasi favorit masyarakat Jakarta ketika akhir pekan maupun masa libur panjang. Tarif yang murah selama ini memungkinkan keluarga dengan berbagai tingkat kemampuan ekonomi mengakses kawasan tersebut tanpa membutuhkan biaya masuk yang besar. Pemerintah daerah karena itu menghadapi tantangan untuk menemukan besaran tarif yang mampu memperkuat pembiayaan pengelolaan sekaligus menjaga keterjangkauan. Pramono sebelumnya telah menegaskan bahwa apabila penyesuaian dilakukan, kebijakan tersebut tidak boleh sampai memberatkan pengunjung. Pertimbangan sosial tersebut akan menjadi salah satu faktor penting sebelum angka final diumumkan kepada masyarakat.
Hingga Selasa, angka Rp10.000 belum dapat dianggap sebagai tarif baru yang resmi berlaku karena keputusan final masih berada di tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono baru memastikan bahwa usulan tersebut memang ada dan keputusan akan segera diambil setelah proses pembahasan selesai. Selama belum terdapat penetapan baru, tarif masuk yang berlaku tetap Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Pemerintah diharapkan sekaligus menjelaskan skema penerapan serta peningkatan pelayanan yang akan menyertai perubahan harga apabila penyesuaian akhirnya disetujui. Keputusan tersebut akan menentukan arah baru pengelolaan Ragunan dalam menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi, pendidikan, rekreasi publik dan keberlanjutan pembiayaan kawasan.